Ulasan lengkap Kering Tempe: lauk pendamping nasi yang legendaris. Simak tips agar tetap renyah berbulan-bulan dan resep simple anti gagal.
Jika ada satu lauk di Indonesia yang memegang gelar "Si Paling Awet" dan "Si Paling Fleksibel", itu adalah Kering Tempe (atau sering disebut Orek Tempe Kering). Berbeda dengan orek basah yang dimasak dengan kecap dan air, Kering Tempe dimasak melalui proses karamelisasi bumbu hingga membalut potongan tempe yang sudah digoreng garing. Hasilnya adalah perpaduan tekstur *kriuk* yang renyah dengan rasa manis, pedas, dan gurih yang meledak di mulut.
Kering tempe bukan sekadar lauk pendamping nasi kuning atau tumpeng. Bagi anak kos, perantau, hingga jemaah haji, makanan ini adalah "bekal wajib" karena ketahanannya yang luar biasa—bisa awet disimpan di toples hingga satu bulan tanpa pengawet buatan. Namun, membuat kering tempe yang sukses ada seninya. Salah langkah sedikit saja, tempe bisa jadi alot, lengket (gumpal), atau malah gosong pahit. Artikel ini akan memandu Anda memahami tekniknya.
Kunci Kerenyahan: Teknik Potong dan Goreng
Rahasia utama agar kering tempe tidak "alot" atau keras terletak pada cara memotongnya. Potonglah tempe seukuran korek api yang tipis dan memanjang. Semakin tipis potongannya, semakin cepat ia kering saat digoreng dan semakin renyah hasilnya.
Saat menggoreng, pastikan minyak dalam keadaan panas dan banyak (deep fry). Jangan angkat tempe saat warnanya masih kuning pucat; tunggu hingga warnanya cokelat keemasan dan buih minyak berkurang drastis (tandanya kadar air di dalam tempe sudah habis). Tempe harus benar-benar kering sebelum dicampur bumbu. Jika tempe masih lembap, ia akan langsung menyerap air dari bumbu dan menjadi "melempem" dalam hitungan jam.
Seni Karamelisasi Bumbu (The Glaze)
Inilah tahap yang paling krusial: membuat bumbu lengket yang mengkilap (glazy). Kering tempe menggunakan gula merah (gula jawa) yang dimasak bersama bumbu halus dan sedikit air asam jawa. Anda harus memasak campuran ini hingga air menyusut total dan gula berubah menjadi karamel yang berbuih kental (berambut).
Kesalahan pemula biasanya adalah memasukkan tempe saat bumbu masih berair. Akibatnya, tempe menjadi basah kembali. Aturan Emas: Masukkan tempe goreng HANYA ketika bumbu sudah mengental seperti gulali dan api sudah dikecilkan ke level paling rendah (atau dimatikan). Aduk dengan cepat agar bumbu melapisi seluruh permukaan tempe secara merata.
Resep Simple Kering Tempe Teri Kacang
Untuk menambah tekstur dan rasa, biasanya tempe disandingkan dengan kacang tanah dan ikan teri. Berikut resep anti gagalnya:
Bahan Utama:
- 1 papan Tempe (potong korek api, goreng garing)
- 100 gr Kacang Tanah (goreng)
- 50 gr Ikan Teri Nasi/Medan (cuci, goreng garing)
Bumbu Iris & Cemplung:
- 5 siung Bawang Merah (iris tipis, goreng kering terpisah)
- 3 siung Bawang Putih (iris tipis, goreng kering terpisah)
- 3 lembar Daun Jeruk (buang tulang, iris halus)
- 2 lembar Daun Salam & 1 ruas Lengkuas (geprek)
- 5 buah Cabai Merah Keriting (iris serong, goreng sebentar)
Bumbu Karamel:
- 2 keping Gula Merah (sisir halus)
- 1 sdm Air Asam Jawa (wajib, untuk kilap dan rasa segar)
- 1/2 sdt Garam & Kaldu Bubuk secukupnya
- 3 sdm Air matang
Cara Membuat:
- Siapkan wajan bersih, beri sedikit minyak. Tumis daun salam, lengkuas, dan daun jeruk hingga harum.
- Masukkan gula merah, air asam jawa, garam, kaldu, dan air. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk.
- Tunggu hingga gula larut, mendidih, berbuih banyak, dan mengental (jika ditarik dengan spatula membentuk benang). Koreksi rasa di tahap ini.
- Matikan api kompor. Segera masukkan tempe goreng, kacang, teri, bawang goreng, dan cabai goreng.
- Aduk cepat dan kuat hingga semua bahan tercampur rata dengan bumbu karamel.
- Angkat dan angin-anginkan di nampan lebar hingga benar-benar dingin (suhu ruang) sebelum dimasukkan ke toples.
Tips Penyimpanan Anti Melempem
Musuh utama kering tempe adalah udara lembap. Pastikan Anda menyimpannya di toples kedap udara (airtight jar) atau wadah *food grade* yang tertutup rapat. Jangan pernah memasukkan kering tempe ke dalam toples saat kondisinya masih panas atau hangat, karena uap panas akan terperangkap di dalam toples dan menyebabkan tempe menjadi lembek serta cepat berjamur. Jika dimasak dan disimpan dengan benar, kering tempe bisa tetap renyah hingga 1 bulan lebih.
Kesimpulan
Kering Tempe adalah bukti kecerdasan kuliner Nusantara dalam mengawetkan makanan secara alami dengan rasa yang luar biasa. Perpaduan manis, pedas, dan gurihnya sangat cocok disantap hanya dengan nasi hangat, atau sebagai pelengkap Nasi Uduk dan Nasi Kuning. Dengan resep simpel di atas, Anda tidak perlu lagi khawatir kehabisan lauk di saat darurat. Selamat mencoba!
COMMENTS