Ulasan lengkap Kopi Butterscotch. Pelajari bedanya dengan karamel, alasan rasanya begitu creamy, dan resep simple membuatnya di rumah.
Dalam beberapa tahun terakhir, menu Kopi Butterscotch mulai merajai papan menu di berbagai kedai kopi kekinian, bersanding dengan Kopi Gula Aren dan Caramel Macchiato. Bagi orang awam, rasanya mungkin sekilas mirip dengan karamel biasa. Namun, bagi lidah yang peka, Butterscotch menawarkan dimensi rasa yang jauh lebih kompleks: perpaduan antara manis yang "dalam" (deep sweetness), gurihnya mentega (buttery), dan sedikit sentuhan asin yang menyeimbangkan segalanya.
Butterscotch sejatinya adalah produk kembang gula klasik warisan kuliner Inggris abad ke-19. Jika dahulu ia hanya dikenal sebagai permen keras atau saus topping es krim, kini ia bertransformasi menjadi sirup premium yang menyulap kopi biasa menjadi minuman mewah. Kehadiran rasa buttery yang kuat ternyata mampu memangkas rasa asam (acidity) pada kopi dan menyatu sempurna dengan susu, menciptakan tekstur velvety yang memanjakan lidah. Artikel ini akan membedah tuntas profil rasa unik ini dan bagaimana Anda bisa menghadirkannya di dapur rumah Anda.
Butterscotch vs. Karamel: Serupa Tapi Tak Sama
Seringkali dianggap sama, padahal Butterscotch dan Karamel memiliki perbedaan mendasar pada bahan bakunya. Karamel dibuat dari gula pasir putih (granulated sugar) yang dipanaskan hingga meleleh dan berubah warna menjadi cokelat. Profil rasanya cenderung manis tajam dengan sedikit aksen pahit (burnt) yang khas.
Sebaliknya, Butterscotch dibuat dari Brown Sugar (gula merah/palem) yang dimasak bersama Mentega (Butter)**. Penggunaan brown sugar memberikan kandungan molase, sehingga rasanya lebih legit, hangat, dan tidak semanis gula putih. Penambahan mentega adalah kunci utamanya; ia memberikan rasa gurih (savory) dan tekstur *creamy* yang tidak dimiliki oleh karamel biasa. Inilah mengapa Kopi Butterscotch terasa lebih "tebal" dan "kaya" di mulut dibandingkan Caramel Latte.
Kunci Kenikmatan: "The Savory Note"
Mengapa Kopi Butterscotch bisa membuat ketagihan? Jawabannya ada pada keseimbangan rasa manis-asin atau *Salty-Sweet*. Dalam pembuatan saus butterscotch yang otentik, penambahan sedikit garam laut (sea salt) atau penggunaan salted butter adalah wajib hukumnya.
Garam berfungsi sebagai penguat rasa (flavor enhancer) yang mengangkat aroma mentega dan menyeimbangkan rasa pahit dari espresso. Ketika diseduh, kopi butterscotch tidak akan terasa "giung" (terlalu manis hingga mual), melainkan memberikan sensasi gurih yang membuat kita ingin menyeruputnya lagi dan lagi. Ini adalah pilihan tepat bagi mereka yang bosan dengan kopi susu gula aren namun ingin sesuatu yang lebih berkarakter daripada vanila latte.
Resep Simple Kopi Butterscotch Rumahan
Anda tidak perlu membeli sirup botolan mahal. Membuat saus butterscotch sendiri jauh lebih enak dan ekonomis. Berikut resepnya:
Bahan Saus Butterscotch (Untuk 3-4 porsi):
- 4 sdm Brown Sugar (Gula Palem)
- 2 sdm Mentega (Butter) - disarankan unsalted
- 50 ml Cooking Cream / Susu Full Cream cair
- 1/4 sdt Garam
- 1/2 sdt Ekstrak Vanila
Bahan Kopi:
- 1 shot Espresso (atau 2 sdt kopi instan tanpa ampas larutkan dengan 30ml air panas)
- 150 ml Susu Full Cream (hangat atau dingin sesuai selera)
- Es Batu secukupnya (jika ingin dingin)
Cara Membuat:
- Buat Saus: Panaskan teflon dengan api kecil. Masukkan mentega hingga leleh, lalu masukkan brown sugar. Aduk cepat hingga gula larut dan menyatu dengan mentega (jangan sampai gosong).
- Tuang Krim: Masukkan krim/susu cair perlahan sambil terus diaduk hingga mendidih dan mengental. Matikan api. Tambahkan garam dan vanila. Aduk rata. Saus Butterscotch siap.
- Racik Kopi: Siapkan gelas. Tuang 2-3 sendok makan saus butterscotch ke dasar gelas (oleskan juga ke dinding gelas untuk hiasan).
- Penyajian: Masukkan es batu, tuang susu cair, dan terakhir tuang kopi/espresso di atasnya. Aduk sebelum diminum.
Tips Agar Tidak Gagal
Tantangan terbesar membuat saus butterscotch adalah gula yang menggumpal (kristalisasi) atau mentega yang pecah (misah). Tipsnya: gunakan api yang sangat kecil dan **jangan berhenti mengaduk** saat menuangkan krim cair. Pastikan krim tidak dalam keadaan dingin dari kulkas (suhu ruang lebih baik) agar tidak memicu kejut suhu pada gula panas.
Selain itu, gunakan mentega asli (butter), bukan margarin. Margarin memiliki aroma dan rasa asin yang berbeda dan kurang cocok untuk minuman manis. Saus butterscotch sisa bisa disimpan di toples kaca dalam kulkas hingga 1 minggu untuk stok ngopi harian Anda.
Kesimpulan
Kopi Butterscotch adalah bukti bahwa kopi susu bisa naik kelas dengan sentuhan bahan sederhana seperti gula merah dan mentega. Rasanya yang comforting sangat cocok dinikmati sebagai penyemangat pagi atau teman santai saat hujan sore hari. Dengan resep di atas, Anda kini bisa menghadirkan aroma kafe mewah langsung dari dapur rumah Anda.
COMMENTS