Bongkar rahasia resep pastel renyah beruntusan dengan isian sayur dan telur gurih. Anti lembek, tahan lama, dan cocok untuk takjil buka puasa.
Memasuki waktu siang hari di pekan pertama bulan Ramadan, memikirkan menu takjil untuk berbuka puasa nanti sore selalu menjadi kegiatan yang seru. Di antara gempuran aneka es manis dan kolak, gorengan gurih tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia. Salah satu jajanan primadona yang selalu ludes terjual di lapak penjual takjil adalah Pastel. Gorengan berbentuk bulan sabit ini menawarkan sensasi tekstur kulit yang super renyah dan berlapis, berpadu dengan isian sayur, bihun, dan telur rebus yang gurih hangat di dalamnya.
Meski mudah ditemukan di pasaran, membuat pastel sendiri di rumah ternyata memberikan kepuasan tersendiri dan pastinya lebih higienis. Banyak pemula yang mengeluh gagal saat membuat pastel, entah kulitnya menjadi keras seperti batu atau tidak mau mengeluarkan tekstur beruntusan (*jerawat*) khasnya. Kerahasiaan pastel renyah ala pedagang sebenarnya terletak pada racikan bahan dan teknik penggorengan. Mari kita praktikkan resep simpelnya agar Anda bisa menyajikannya tepat saat azan Maghrib berkumandang nanti.
Bahan Kulit Pastel Dan Isian
Menyajikan pastel renyah beruntusan buatan sendiri kini bukan lagi sekadar angan-angan. Untuk bahan kulitnya, siapkan 250 gram tepung terigu protein sedang, 50 gram margarin, 3 sendok makan minyak goreng, 75 ml air es, serta setengah sendok teh garam dan sejumput kaldu bubuk. Pastikan menyiapkan air dalam kondisi dingin (air es) agar pembentukan gluten pada tepung bisa ditekan, sehingga kulit pastel tidak menjadi alot seperti karet setelah matang.
Sementara itu, siapkan bahan isian gurihnya yang sangat mudah ditemukan di dapur. Anda membutuhkan 1 keping bihun jagung (seduh air panas lalu potong-potong), 1 buah kentang, 1 buah wortel potong dadu kecil, dan 2 butir telur rebus iris. Siapkan juga bumbu tumisnya berupa 3 siung bawang putih cincang, 4 siung bawang merah cincang, irisan daun bawang, seledri, serta tambahan bumbu penyedap seperti garam, gula pasir, dan lada putih bubuk secukupnya.
Cara Membuat Adonan Dan Isian
Langkah pertama adalah meracik isiannya. Tumis bawang putih dan bawang merah cincang hingga harum, lalu masukkan potongan kentang, wortel, dan sedikit air. Masak hingga sayuran empuk. Selanjutnya, masukkan bihun, irisan daun bawang, seledri, dan semua bumbu penyedap. Masak terus sambil diaduk hingga isian benar-benar kering tanpa sisa air, lalu angkat dan dinginkan. Isian yang basah sangat pantang digunakan karena akan membuat kulit pastel mudah bocor saat digoreng.
Untuk adonan kulit, panaskan margarin dan minyak goreng di wajan hingga meleleh dan mendidih. Tuang lemak panas ini langsung ke wadah berisi campuran tepung terigu, garam, dan kaldu bubuk. Aduk cepat dengan sendok kayu hingga berbulir. Setelah agak hangat, tuang air es sedikit demi sedikit sambil diuleni ringan dengan tangan. Cukup uleni sampai adonan menyatu dan bisa dipulung (jangan sampai kalis), lalu bungkus plastik kedap udara dan diamkan selama 30 menit.
Teknik Mencetak Dan Memilin Pastel
Setelah adonan diistirahatkan, bagi menjadi bulatan-bulatan kecil dengan berat masing-masing sekitar 30 gram. Gilas tipis adonan membulat menggunakan botol kaca atau *rolling pin*, namun jangan terlalu tipis agar tidak mudah sobek. Beri satu sendok makan penuh isian sayur bihun yang sudah dingin tadi di bagian tengahnya, dan tambahkan satu irisan telur rebus sebagai pelengkap protein di atasnya.
Lipat adonan menjadi bentuk setengah lingkaran dan rapatkan ujung-ujungnya agar isian terkunci erat. Langkah krusialnya ada pada teknik memilin pinggiran pastel. Cubit bagian ujung, tarik sedikit, lalu lipat ke dalam (diplintir). Lakukan gerakan ini berulang kali di sepanjang garis tepi hingga seluruh tepian tertutup rapat menyerupai kepangan. Jika merasa kesulitan memilin manual, Anda bisa menggunakan bantuan alat cetakan pastel plastik berbahan kokoh untuk menghemat waktu.
Trik Menggoreng Pastel Agar Beruntusan
Inilah tahapan paling menentukan untuk memunculkan tekstur jerawat yang krispi pada permukaan kulit pastel. Panaskan minyak goreng dalam jumlah banyak dengan api sedang. Masukkan pastel secara perlahan ke dalam minyak yang sudah panas. Segera setelah pastel masuk dan mulai sedikit mengapung, siram-siramkan minyak panas ke atas permukaannya secara terus-menerus menggunakan gerakan cepat dari spatula dapur Anda.
Kejutan suhu dari siraman minyak panas tersebut akan memicu gelembung udara di dalam adonan terdorong keluar membentuk beruntusan di kulitnya. Balik pastel cukup sekali saja agar tidak menyerap terlalu banyak minyak. Goreng hingga warnanya berubah menjadi kuning kecokelatan keemasan yang menggugah selera. Angkat dan tiriskan pastel dengan posisi berdiri agar sisa minyak menetes tuntas sebelum disajikan hangat-hangat di meja makan.
Kesimpulan
Dengan mempraktikkan resep simpel dan rahasia penyiraman minyak saat menggoreng, Anda kini bisa menghasilkan gorengan pastel yang kualitasnya tidak kalah dari toko kue premium. Kulitnya dijamin renyah berderak tanpa terasa alot, dipadukan dengan isian bihun sayur yang gurih memanjakan lidah. Menyajikan karya kuliner buatan tangan sendiri tentu akan menambah kehangatan dan keceriaan suasana berbuka puasa bersama keluarga tercinta di rumah.
Mengingat proses membuat adonan hingga memilin membutuhkan waktu, mulailah berkreasi di dapur dari siang ini. Anda bisa menyiapkan pastel mentahnya dan menyimpannya sebentar di lemari es, lalu menggorengnya dadakan menjelang waktu Maghrib agar tekstur krispinya berada pada titik paling maksimal. Selamat mencoba berkreasi dengan resep pastel beruntusan ini!
COMMENTS